suara pecah meledak di malam pekat
pemandangan lekat yang berulang
kabur, pekat, menyengat
masih tenggelam dalam sesak
keluh bayi mungil redup
tertangguhkan euforia akhir masa
suara rentah terelakkan pekak
tak lagi kuasa gantungkan asa
harapan sakau diawang - awang
tersenyum membawa tuannya sujud
melupakan kiblat yang sesungguhnya
mengalahkan titah Pemberi ruh
bahagiakah raga setelahnya?
Damaikah kalbu yang t'lah menyusut?
kabur, pekak, menyengat
indera gusar tak lagi peka
by: Ham Haazimah
(1 Januari '11)
Rabu, 19 Januari 2011
Malam Abu - Abu
Diposting oleh Ham Haazimah Musta di 19.27
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)

0 Comments:
Posting Komentar