Rasa ini pernah ada sebelumnya
Diantara penantian yang membuncah
Diantara wajah yang merona maju
Dia pergi, putih pasih...
Lebih tiga tahun kita bersama
Masa yang mungkin tak layak tuk bangun peradaban
Namun cukup tuk meninggikan Jati
Menyisipkan akarnya dengan mantap
Di hati kami, di hati seperjuanganmu
Mata ini tak sanggup mengantar pergi
Bibir ini beku tak berani bersua
Bukan mata yang lihai mengelabui
Bukan buah bibir yang lihai bersilat
Bukan fatamorgana....
Ini nyata..., Benarkah...?
Hati masih enggan
Namun Pemilik telah menyuarakan
Suara yang jua kan kami sanggupi
Saat waktunya tiba
Selamat Jalan Sahabat
Selamat Jalan...
Senyum dan diammu kan kami rindukan
by: Ham Haazimah
(20 Januari '11)
***Untuk Sahabat '07***
0 Comments:
Posting Komentar